Saia suka bingung

Saia suka bingung. Kenapa hampir setiap orang mempunyai kesukaan2 tertentu pada sesuatu. Saia sendiri belum menemukan dengan pasti, sebenarnya apa yang saia suka. Kebanyakan dari apa yang terlihat adalah hasil dari melihat orang. Yah, sekedar cara untuk tetap bisa bergabung dengan mereka. Makanya hampir tidak ada bidang yang bisa saia banggakan sebagai hobi saia. Itu sih pikir saia. Karena ada aja orang yang suka sekali menebak-nebak dan menetapkan sesuatu sebagai hobi atau hal yang saia sukai. Seolah mereka benar2 tahu siapa saia. Yah, biarkan saja kan seperti itu.. mungkin saja itu harapan orang mengenai saia. Saia hanya tidak ingin membuat orang kecewa dengan diri saia. Apa itu salah? Meski kadang saia juga bisa egois (sepertinya itu wajar, untuk setiap orang mempunyai keegoisannya sendiri). Keegoisan saia bisa dalam bentuk tidak ingin mengerjakan apapun meski orang sudah memintanya. Kalau selama ini saia mendengarkan, boleh dong sesekali mengacuhkan. Saia Cuma ingin punya waktu untuk saia sendiri. Mencari jati diri. Mencoba mengosongkan pikiran. Kira2 dengan mengosongkan pikiran, apakah diri saia yang sebenarnya bisa keluar dan menampakkan diri seutuhnya? Diri saia yang sebenarnya saia inginkan?

Kalau ditanya apakah saia sudah berusaha sebagai mana mestinya ketika saia masih dalam puncak masa puber untuk mencari jati diri? Pada masa akhir pubertas ini rasanya sudah telat untuk menemukan apa yang saia mau, yang saia impikan, apa yang membuat saia senang dan bahagia. Saia juga tidak ingin disebut tidak bersyukur atas apa yang saia peroleh. Kehidupan ini mungkin menurut sebagian orang (yang hanya melihat luarnya saja secera sepintas) adalah tipe kehidupan impian orang. Tenang, tanpa masalah. Kalau ada yang berkata seperti itu, saia biasanya hanya bisa berkata, syukuri hidupmu sekarang. Belum tentu kehidupanmu terlihat sengsara dimata orang, padahal bagimu mungkin rasanya mau mati saja.

Kita kan Cuma perlu adaptasi. Seperti saia, 2 tahun terakhir adalah 2 tahun yang mengerikan bagi saia. Banyak sekali yang terjadi. Meski saat itu saia merasa semua itu mengerikan. Namun saia menemukan solusinya. Dan saia juga mulai bisa berpikir jernih. Bahwa, masalah saia saat itu tentu belum seberapa bagi sebagian orang. Dan bagaimanapun mereka mengkhianati saia, pada akhirnya mentok pada satu hal, bahwa mereka benar2 saia sayang dan saia sukai. Jika terlihat membenci mereka, itu tak lain daripada ego semata.

Cuma dengan membuang sedikit ego, ternyata kami bisa berdamai. Bagaimana tidak dapat saia syukuri kalau seperti itu kejadiannya? Tidak, jangan kalian berpikir bahwa saia masih ada kemungkinan akan dikhianati lagi. Kita pakai saja pikiran yang naïf, bahwa mereka tidak akan mengulanginya lagi. Hanya saja ingat satu hal, setelah mendapatkan hal yang mengerikan atau terjatuh terjerembab, bahwa kira harus bisa belajar dari pengalaman. Dan lakukan hal yang sudah kamu pertimbangkan sesuai caramu. Caraku? Itu rahasia…(muhehehehe)

0 komentar: