Schizophrenia

Saia pernah dibilang oleh seseorang menderita penyakit yang satu ini.
Jujur, mungkin benar, mungkin salah. Tapi, saia tidak memenuhi syarat-syarat positif penyakit ini.

Coba kita telusuri dulu yang menjadi syarat positifnya :
1. Halusinasi selalu terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang.
2.
Penyesatan pikiran (delusi) adalah kepercayaan yang kuat dalam menginterpretasikan sesuatu yang kadang berlawanan dengan kenyataan.
3.
Kegagalan berpikir mengarah kepada masalah dimana penderita schizophrenia tidak mampu memproses dan mengatur pikirannya.
4.
kehilangan motivasi dan apatis berarti kehilangan energi dan minat dalam hidup yang membuat penderita menjadi orang yang malas.
5.
Depresi yang tidak mengenal perasaan ingin ditolong dan berharap, selalu menjadi bagian dari hidup penderita schizophrenia.

dan berakibat penderita schizophrenia tidak bisa memahami siapa dirinya, tidak berpakaian, dan tidak bisa mengerti apa itu manusia. Dia juga tidak bisa mengerti kapan dia lahir, dimana dia berada, dan sebagainya.

Nah, saia mungkin punya beberapa, tapi tidak semua. Dan menurut saia, hal itu lebih mengacu kepada sikap cuek saia kepada beberapa orang yang sedari semula sudah banyak menorehkan luka (ce ila..).
sehingga sering kali saat berbicara pada orang-orang itu, saia lebih suka bersikap cuek, bahkan apatis, menolak keberadaan mereka dan lain-lain.

Nah, orang yang bilang kalo saia kena schizophrenia itu adalah salah satu orang itu.
sebenarnya cukup terpuruk karena dibilang begitu. Karena, kenyataannya saia bukanlah penderita. Tidak apa-apa lah. lagi pula jika berhadapan dengannya saia jadi punya alasan untuk bersikap acuh tak acuh.

0 komentar: